LAPORAN PENELITIAN
PENGARUH SINAR MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN BIJI KACANG HIJAU
MATA PELAJARAN
BIOLOGI
Disusun Oleh
Noor Hidayah
Kelas X MIPA 1
SMA
NEGRI 1 PELAIHARI
TAHUN PELAJARAN 2015/2016
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya
khususnya bagi penulis yang telah menyelesaikan makalah laporan metode ilmiah
yang berjudul “Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau”
Dalam
menulis karya ilmiah ini, alhamdulillah penulis tidak mendapatkan kendala –
kendala, sehingga penyelesaiannya dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada Orang tua dan semua orang yang terlibat yang
telah memberikan dorongan dan motivasi sehingga karya ilmiah ini dapat
terselesaikan.
Disini
penulis juga sampaikan, jika seandainya dalam penulisan karya ilmiah ini
terdapat hal – hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu penulis dengan
senang hati menerima masukan, kritikan dan saran dari pembaca yang sifatnya
membangun demi kesempurnaan karya ilmiah ini. Semoga apa yang di harapkan
penulis dapat di capai dengan sempurna,
Pelaihari,13 September 2015
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR…………………………………………………………………
DAFTAR
ISI …………………………………………………………………………
BAB
I PENDAHULUAN ………………………………………………………………
1.1.Latar Belakang ……………………………………………………………………………….
1.2.Rumusan Masalah …………………………………………………………………………..
1.3.Tujuan Penelitian …………………………………………………………….
1.4.Hipotesis Manfaat Penelitian…………………………………………………
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………………………...
2.1.Kajian Teori tentang Cahaya
Matahari…………………………………………………..
2.2.Kajian tentang Kacang
Hijau…………………………………………………………….
2.3. Faktor-faktor yang
menpengaruhi pertumbuhan dan perkembangan …………………..
BAB
III ALAT/BAHAN DAN LANGKAH KERJA …………………………………………...
3.1. Alat/Bahan ………………………………………………………………………………
3.2. Langkah Kerja …………………………………………………………………………..
BAB
IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………………………………………..
4.1. Hasil Penelitian …………………………………………………………………………
4.2 Pembahasan ……………………………………………………………………………..
BAB
V PENUTUP ……………………………………………………………………………..
5.1. Kesimpulan …………………………………………………………………………….
5.2. Saran ……………………………………………………………………………………
DAFTAR
PUSAKA …………………………………………………………………………….
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang berperan sebagai produsen di muka bumi ini.
Dalam ekosistem terdapat dua macam komponen yang saling
ketergantungan, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik,
komponen biotik terdiri
dari tumbuhan, hewan, dan manusia.
Sedangkan komponen abiotik antara lain : udara, gas, angin, cahaya, matahari, dan sebagainya.
Antara komponen biotik dan abiotik saling mempengaruhi,
misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis.
Hasil fotosintesis dibutuhkan oleh
makhluk hidup lainnya.
Oleh karena itu, saya mengadakan eksperimen
untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh cahaya
matahari terhadap pertumbuhan kacang hijau.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa ada pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau
?
2. Apa
ada perbedaan antara tumbuhan kacang hijau di tempat gelap dan
tumbuhan kacang hijau di tempat terang
? Mengapa ?
1.3. Tujuan
Mengetahui apa ada pengaruh cahaya terhadap
pertumbuhan kacang hijau.
1.4.Hipotesis
Cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang
hijau. Perbedaan kacang hijau di tempat gelap dengan kacang hijau di tempat
terang terdapat pada ukuran tumbuhan, struktur batang , dll.
1.5.Manfaat Penelitian
Karya tulis ini sangat
bermanfaat bagi berbagai pihak dalam upaya perbaikan dan peningkatan sumber daya
alam di Indonesia :
a. Sebagai
petunjuk dan cara mengetahui tentang menanam tanaman kacang hijau
b. Sebagai
pengembangan ilmu biologi dalam kehidupan keseharian.
BAB II
TINJAUAN PUSAKA
2.2.Kajian Teori
tentang Cahaya MatahariSinar matahari atau cahaya matahari adalah sinar yang berasal dari matahari. Tanaman menggunakan cahaya matahari untuk berfotosintesis dan membuat makanan. Tanpa cahaya matahari, takkan ada kehidupan di bumi.
Sinar matahari bisa berakibat baik maupun buruk kepada kesehatan seseorang. Dalam terang, tubuh manusia memproduksi vitamin D sendiri. Terlalu lama terpajan sinar matahari bisa menyebabkan kulit terbakar.
Tanaman memerlukan cahaya matahari tumbuh hijau. Dengan air tanpa cahaya matahari, tanaman akan tumbuh tinggi dengan cepat, namun akan terlihat kuning dan kekurangan air, meskipun saat disentuh, daunnya teraba amat basah.
2.2.Kajian
Teori tentang Kacang Hijau
Kacang
hijau
|
||||||||||||||
|
||||||||||||||
| Phaeolus aureus Roxb. |
Vigna radiata
Kacang hijau (Vigna radiata) adalah sejenis palawija
yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam
kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi.
Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman
pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.
1. Faktor Internal
Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon.
a. Gen
Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon.
a. Gen
Gen merupakan dasar faktor internal yang paling tidak bisa
ditawar karene setiap mahluk hidup tentu saja memiliki gen yang berbeda
satu sama lain. Gen merupakan unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk
fisiknya adalah urutan DNA menyandi protein, polipeptida atau seuntaian DNA
yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen
adalah suatu lokasi
tertentu pada genom yang berhubungan dengan
pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator
(pengendali), sasaran transkripsi, atau
peran-peran fungsional lainnya. Tentu saja dalam DNA
ini telah disandi sebagaimana rupa yang menentukan bentuk dan pewarisan sifa
dari induknya. Jadi begini Sahabat Blogger kalau yang mengontrol seluruh
pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ini.
b. Hormon
Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua
organisme multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Dalam pertumbuhan
ini peran hormon ini sangatlah penting. berikut adalah daftar hormon yang
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. berikut adalah beberapa
hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman:
1. Auksin
1. Auksin
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
Auksin
|
Mendorong perpanjangan batang, pertumbuhan akar,
differensiasi sel dan percabangan, pertumbuahan buah, dominasi epikal,
fototropisme, geotropisme.
|
Dihasilkan pada embrio dalam biji, meristem batang
dan daun daun muda.
|
Ada beberapa janis auksin, antara lain adalah auksin A dan auksin B. Sebenarnya auksin A itu serupa dengan auksin B hanya berbeda pada kandungan airnya. Auksin A memeliki kandungan air yang lebih banyak yaitu sekitar 1 mol air leih banyak dari pada auksin B. Selain itu, ada zat yang disebut dengan heteroauksin yang kemudian di ketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Semakin jauh dari ujung tumbuhan konsentrasi auksin ini akan semakin menyusut.
2. Giberilin
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
Giberilin
|
Mendorong pertumbuhan tinggi tanaman, mempengaruhi
perpanjangan sel dan pembelahan sel.s erta pertumbuhan pada akar daun dan
bunga serta buah.
|
Di produksi oleh meristem batang, meristem akar,
daun muda dan embrio.
|
Giberilin di temukan oleh Eiichi Kurosawa pada tahun 1926. Giberilin merupakan suatu zat yang diperoleh dari suatu jenis jamur yang hidup sebagai parasit pada padi di Jepang, yaitu jamur Gibberella fujikkuroi. Tanaman padi yang terserang oleh jamur tersebut mengalami pertumbuhan yang abnormal.
3. Asam traumalin
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
Asam Traumalin
|
Mampu memperbaiki kerusakan atau regenerasi sel
pada luka yang terjadi pada tubuh tumbuhan baik pada daun, batang ataupun
akar.
|
Pertama kali dipelajari oleh Haberland. Pada percobaan yang dia lakukan, jaringan tanaman dilukai kemudian di cuci bersih, ternyata bekas bidang luka tidak membentuk jaringan baru. Pada jaringan luka tersebut yang dibiarkan akan terbentuk jaringa baru di dekat luka tersebut.
4. Kalin
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
Kalin
|
Hormon yang mempengaruhi pembentukan organ pada
tumbuhan
|
Hormon kalin dibedakan menjadi 4 macam:
a. Rizokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan akar, identik dengan vitamin B.
b. Kaulokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan batang.
c. Filokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan daun.
d. Antokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan pada bunga.
5. Asam Absisat
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
Asam Absisat
|
Menghambat pertumbuhan, menutup stomata selama
kekurangan air, menunda pertumbuhan.
|
Disintesis pada daun, buah, batang dan biji.
|
Asam Abscisat (ABA) adalah penghambat (inhibitor) pertumbuhan merupakanlawan dari giberelin dan auksin. Hormon ini memaksa dormansi, mencegah biji dariperkecambahan dan menyebabkan rontoknya daun, bunga dan buah. Secara alamitingginya konsentrasi asam abscisat ini dipicu oleh adanya stress oleh lingkunganmisalnya kekeringan. Hormon ini dibentuk pada daun-daun dewasa.
6.Gas
Etilen
Jenis
Hormon
|
Fungsi
|
Tempat
Diproduksi
|
Gas Etilen
|
Mendorng pemasakan buah dan menyebabkan penebalan
pada batang.
|
Diproduksi oleh jaringan buah masak, diruas batang
dan jaringan tua.
|
Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen.
Etilendisintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih
cepat. Selainetilen yang dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik,
yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). Etilen sintetik ini sering di gunakan
para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah. Oleh karena itu buah yang
tua sering diletakkan ditempat tertutup (diperam) agar cepat masak.
Etilen merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. senyawaini
memaksa pematangan buah, menyebabkan daun tanggal dan merangsang
penuaan.Tanaman sering meningkatkan produksi etilen sebagai respon terhadap
stress dansebelum mati. Konsentrasi etilen fluktuasi terhadap musim untuk
mengatur kapanwaktu menumbuhkan daun dan kapan mematangkan buah.Selain memacu
pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji, menebalkanbatang, mendorong
gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.Selain itu, etilen
menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasiakar, dan
menghambat pemanjangan batang kecambah.
2.Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhand an perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.
Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhand an perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.
1.
Makanan
Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai
komponen sel. Tidak hanya karbondioksida dan air saja yang dibutuhkan tumbuhan
untuk bisa tumbuh dengan baik tetapi juga beberapa unsur unsur minerel. Adapun
menurut jumlah yang di butuhkan oleh tubuh, unsur mineral ini dibedakan menjadi 2:
- Makroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Makroelemen ini meliputi oksigen, carbon, hidrogen, sulfur, nitrogen, fosfor, kallium, kalsium dan magnesium.
- Mikroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalm jumlah sedikit. Mikroelemen ini meliputi besi, klorin, tembaga, seng, molibddenum, boron dan nikel . Mikro elemen ini betfungsi sebagai kofaktor yaitu reaksi enzimatik dalam tumbuhan.
Jika kekurangan nutrisi maka tumbuhan tersebuat akan mengalami difisiensi. Difisiensi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.
2.Air
- Makroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Makroelemen ini meliputi oksigen, carbon, hidrogen, sulfur, nitrogen, fosfor, kallium, kalsium dan magnesium.
- Mikroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalm jumlah sedikit. Mikroelemen ini meliputi besi, klorin, tembaga, seng, molibddenum, boron dan nikel . Mikro elemen ini betfungsi sebagai kofaktor yaitu reaksi enzimatik dalam tumbuhan.
Jika kekurangan nutrisi maka tumbuhan tersebuat akan mengalami difisiensi. Difisiensi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.
2.Air
Tanpa air, tumbuhan tidaklah dapat tumbuh. Air termasuk senyawa yang dibutuhkan
tumbuhan. Air berfungsi anatara lain sebagai fotosintesis, mengaktifkan reaksi
enzim ezimatik, menjaga kelembapan dan membantu perkecambahan pada biji.
3. Suhu
3. Suhu
Pada umumnya,tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh. Suhu dimana
tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal disebut dengan
suhu optimum. Suhu paling rendah yang masih memungkinkan suatu tumbuhan untuk
tumbuh disebut suhu minimum sedangkan suhu tertinggi yang masih memungkinkan
tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu maximum.
4. Kelembapan
4. Kelembapan
Pengeruh kelembapan udara berbeda terhadap berbagai tumbuhan. Tanah dan udara
yang lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan tumbuhan.
5. Cahaya
5. Cahaya
Pada umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi tanaman karena dapat menguraikan auksin. Tetapi, cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Adapun tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek ketimbang waktu gelapnya malam). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang(lamnya penyinaran matahari lebih lama ketimbang waktu gelapnya). Mengapa hal itu dapat terjadi karena pada tumbuhan terdapat hormon fitokrom yang mengatur pengaruh cahaya ini dalam pertumbuhan dan perkembangan pembungaan tanaman.
BAB III
ALAT/BAHAN DAN LANGKAH
KERJA
3.1. Alat dan
Bahan
2 buah gelas
aqua
Kapas
secukupnya
Biji kacang
hijau (masing-masing 4 biji setiap gelas)
Air
3.2. Langkah-langkah
1. Sebelum melakukan
penelitian, tanamlah terlebih dahulu kacang pada medium kapas yang diberi air
selama 3 hari.
2. Beri label pada masing-masing gelas aqua tersebut
yaitu, “GELAP”
dan “TERANG”.
dan “TERANG”.
3. Setelah itu ukur dan
catatlah tinggi dan karakteristik lainnya seperti jumlah daun.
4. Setelah dicatat letakkan 2
gelas aqua tersebut pada kondisi lingkungan yang berbeda yaitu di tempat terang
dan gelap
5.) Letakkan 2 gelas aqua tersebut pada kondisi lingkungan yang berbeda yaitu
5.) Letakkan 2 gelas aqua tersebut pada kondisi lingkungan yang berbeda yaitu
di
tempat terang dan gelap.
6.) Setelah 1 hari amati perkembangannya.
7.) Ukur panjang batang, jumlah daun, dan panjang daun yang terbentuk (dalam cm)
6.) Setelah 1 hari amati perkembangannya.
7.) Ukur panjang batang, jumlah daun, dan panjang daun yang terbentuk (dalam cm)
dengan
menggunakan mistar.
8.) Hasil perkembangan tumbuhan biji kacang hijau tersebut selama 7 hari
8.) Hasil perkembangan tumbuhan biji kacang hijau tersebut selama 7 hari
berturut- turut
dan amati perkembangannya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Tabel dan Data Hasil Pengamatan
Hari
ke-
|
Tanaman
di tempat Gelap
|
Tanaman
di tempat Terang
|
1
|
Tumbuh
akar
|
Tumbuh
akar
|
2
|
5
cm
|
2
cm
|
3
|
6cm
|
4cm
|
4.2. Pembahasan
Cahaya digunakan tanaman untuk
proses fotosintesis.Tanaman yang kurang cahaya (ditanam di area gelap)
batangnya lebih panjang, hal ini karena tanaman berusaha mencari cahaya untuk
keperluan fotosintesis.Tanaman yang cukup cahaya terlihat lebih sehat dan segar.
Daun tanaman-tanaman yang kurang cahaya jauh lebih kecil dan kusam kekuningan dibandingkan dengan tanaman yang cukup cahaya. Daun tanaman yang cukup cahaya lebih lebar, hijau segar.
Pada tanaman yang berada di tempat yang gelap hormon auksin bekerja lebih aktif daripada tanaman yang terkena cahaya, sehingga tanaman yang berada di tempat yang gelap terjadi pemanjangan sel. Di tempat yang terang hormon auksin mudah rusak oleh intensitas cahaya yang tinggi.
Di tempat yang terang pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan di tempat yang gelap terjadi etolasi (pemanjangan diujung melekuk). Jadi, hormon mempercepat pertumbuhan batang dan cahaya menghambat pertumbuhan.
Daun tanaman-tanaman yang kurang cahaya jauh lebih kecil dan kusam kekuningan dibandingkan dengan tanaman yang cukup cahaya. Daun tanaman yang cukup cahaya lebih lebar, hijau segar.
Pada tanaman yang berada di tempat yang gelap hormon auksin bekerja lebih aktif daripada tanaman yang terkena cahaya, sehingga tanaman yang berada di tempat yang gelap terjadi pemanjangan sel. Di tempat yang terang hormon auksin mudah rusak oleh intensitas cahaya yang tinggi.
Di tempat yang terang pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan di tempat yang gelap terjadi etolasi (pemanjangan diujung melekuk). Jadi, hormon mempercepat pertumbuhan batang dan cahaya menghambat pertumbuhan.
BAB V
PENUTUP
5.1.
Kesimpulan
Dari hasil
pengamatan dapat di simpulkan bahwa rata – rata kacang hijau yang tertinggi
adalah kacang hijau yang di tanam di tempat gelap dan pertumbuhannya yang
paling cepat juga di tempat gelap. Hal ini di sebab kan karena hormon auksin
sangat cepat berkembang di tempat gelap.
5.2.
Saran
Penulis menyarankan kepada yang membaca
penelitian ini, agar dapat memperhatikan tanamannya supaya mendapat cahay
matahari yang cukup. Disarankan juga kepada pembaca agar mengembangkan
penelitian lebih lanjut, sehingga nantinya dapat menemukan hal-hal yang dapat
di manfaatkan oleh masyarakat Indonesia.
DAFTAR
PUSAKA
______.2015.Kacan Hijau.www.Wikipedia.com. Diakses
13 September 2015
______.2015.Faktor-faktor
yamg Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan.www.faridnyzer.co.id.
Diakses 13 September 2015
______.2015.Sinar
Matahari.www.Wikipedia.com. Diakses 13 September 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar