Minggu, 13 September 2015

Makalah Biologi Kelas X



LAPORAN PENELITIAN

PENGARUH SINAR MATAHARI TERHADAP PERTUMBUHAN BIJI KACANG HIJAU






MATA PELAJARAN

BIOLOGI





Disusun Oleh

Noor Hidayah

Kelas X MIPA 1













SMA  NEGRI 1 PELAIHARI

TAHUN PELAJARAN 2015/2016


KATA PENGANTAR

    Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya khususnya bagi penulis yang telah menyelesaikan makalah laporan metode ilmiah yang berjudul “Pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau”
          Dalam menulis karya ilmiah ini, alhamdulillah penulis tidak mendapatkan kendala – kendala, sehingga penyelesaiannya dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Orang tua dan semua orang yang terlibat yang telah memberikan dorongan dan motivasi sehingga karya ilmiah ini dapat terselesaikan.
          Disini penulis juga sampaikan, jika seandainya dalam penulisan karya ilmiah ini terdapat hal – hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima masukan, kritikan dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan karya ilmiah ini. Semoga apa yang di harapkan penulis dapat di capai dengan sempurna,







Pelaihari,13 September 2015

Penulis      












DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………………
1.1.Latar Belakang ……………………………………………………………………………….
1.2.Rumusan Masalah …………………………………………………………………………..
1.3.Tujuan Penelitian …………………………………………………………….
1.4.Hipotesis Manfaat Penelitian…………………………………………………

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ………………………………………………………………...
2.1.Kajian Teori tentang Cahaya Matahari…………………………………………………..
2.2.Kajian tentang Kacang Hijau…………………………………………………………….
2.3. Faktor-faktor yang menpengaruhi pertumbuhan dan perkembangan …………………..

BAB III ALAT/BAHAN DAN LANGKAH KERJA …………………………………………...
3.1. Alat/Bahan ………………………………………………………………………………
3.2. Langkah Kerja …………………………………………………………………………..

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ………………………………………..
4.1. Hasil Penelitian …………………………………………………………………………
4.2 Pembahasan ……………………………………………………………………………..

BAB V PENUTUP ……………………………………………………………………………..
5.1. Kesimpulan …………………………………………………………………………….
5.2. Saran ……………………………………………………………………………………

DAFTAR PUSAKA …………………………………………………………………………….

















BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
      
              Tumbuhan  merupakan  makhluk  hidup  yang  berperan  sebagai  produsen  di  muka  bumi  ini. Dalam  ekosistem  terdapat  dua  macam  komponen  yang  saling ketergantungan, yaitu  komponen biotik dan komponen abiotik, komponen  biotik  terdiri dari  tumbuhan,  hewan,  dan  manusia. Sedangkan  komponen  abiotik  antara  lain  :  udara,    gas, angin, cahaya, matahari, dan sebagainya. Antara  komponen  biotik  dan  abiotik  saling  mempengaruhi, misalnya, tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Hasil  fotosintesis  dibutuhkan oleh makhluk  hidup  lainnya. Oleh  karena  itu, saya mengadakan eksperimen untuk mengetahui apakah benar ada pengaruh cahaya matahari  terhadap  pertumbuhan  kacang  hijau.

1.2. Rumusan Masalah

1.      Apa  ada  pengaruh  cahaya  terhadap  pertumbuhan  kacang  hijau ?
2.      Apa ada perbedaan antara tumbuhan kacang hijau di tempat gelap dan tumbuhan  kacang  hijau di  tempat  terang ?  Mengapa ?

1.3. Tujuan

Mengetahui apa ada pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan kacang hijau.

1.4.Hipotesis

Cahaya dapat mempengaruhi pertumbuhan kacang hijau. Perbedaan kacang hijau di tempat gelap dengan kacang hijau di tempat terang terdapat pada ukuran tumbuhan, struktur batang , dll.

1.5.Manfaat Penelitian

Karya tulis ini sangat bermanfaat bagi berbagai pihak dalam upaya perbaikan dan peningkatan sumber daya alam di Indonesia :
a.       Sebagai petunjuk dan cara mengetahui tentang menanam tanaman kacang hijau
b.      Sebagai pengembangan ilmu biologi dalam kehidupan keseharian.
BAB II
TINJAUAN PUSAKA
2.2.Kajian Teori tentang Cahaya Matahari
Sinar matahari atau cahaya matahari adalah sinar yang berasal dari matahari. Tanaman menggunakan cahaya matahari untuk berfotosintesis dan membuat makanan. Tanpa cahaya matahari, takkan ada kehidupan di bumi.
Sinar matahari bisa berakibat baik maupun buruk kepada kesehatan seseorang. Dalam terang, tubuh manusia memproduksi vitamin D sendiri. Terlalu lama terpajan sinar matahari bisa menyebabkan kulit terbakar.
Tanaman memerlukan cahaya matahari tumbuh hijau. Dengan air tanpa cahaya matahari, tanaman akan tumbuh tinggi dengan cepat, namun akan terlihat kuning dan kekurangan air, meskipun saat disentuh, daunnya teraba amat basah.

2.2.Kajian Teori tentang Kacang Hijau
Kacang hijau
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
V. radiata
Vigna radiata
(
L.) R. Wilczek
Phaeolus aureus Roxb.
Vigna radiata
Kacang hijau (Vigna radiata) adalah sejenis palawija yang dikenal luas di daerah tropika. Tumbuhan yang termasuk suku polong-polongan (Fabaceae) ini memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai sumber bahan pangan berprotein nabati tinggi. Kacang hijau di Indonesia menempati urutan ketiga terpenting sebagai tanaman pangan legum, setelah kedelai dan kacang tanah.
Bagian paling bernilai ekonomi adalah bijinya. Biji kacang hijau direbus hingga lunak dan dimakan sebagai bubur atau dimakan langsung. Biji matang yang digerus dan dijadikan sebagai isi onde-onde, bakpau, atau gandas turi. Kecambah kacang hijau menjadi sayuran yang umum dimakan di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara dan dikenal sebagai tauge. Kacang hijau bila direbus cukup lama akan pecah dan pati yang terkandung dalam bijinya akan keluar dan mengental, menjadi semacam bubur. Tepung biji kacang hijau, disebut di pasaran sebagai tepung hunkue, digunakan dalam pembuatan kue-kue dan cenderung membentuk gel. Tepung ini juga dapat diolah menjadi mi yang dikenal sebagai soun.
1. Faktor Internal
       Faktor internal adalah segala pengaruh/faktor yang berasal dari tanaman itu sendiri yaitu meliputi gen dan hormon.

      a. Gen 
            Gen merupakan dasar faktor internal yang paling tidak bisa ditawar karene  setiap mahluk hidup tentu saja memiliki gen yang berbeda satu sama lain. Gen merupakan unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA menyandi protein, polipeptida atau seuntaian DNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya. Tentu saja dalam DNA ini telah disandi sebagaimana rupa yang menentukan bentuk dan pewarisan sifa dari induknya. Jadi begini Sahabat Blogger kalau yang mengontrol seluruh pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan ini. 


   b. Hormon
        Hormon adalah pembawa pesan kimiawi antarsel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan memproduksi hormon. Dalam pertumbuhan ini peran hormon ini sangatlah penting. berikut adalah daftar hormon yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. berikut adalah beberapa hormon yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman:


1. Auksin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Auksin
Mendorong perpanjangan batang, pertumbuhan akar, differensiasi sel dan percabangan, pertumbuahan buah, dominasi epikal, fototropisme, geotropisme.
Dihasilkan pada embrio dalam biji, meristem batang dan daun daun muda.

              Ada beberapa janis auksin, antara lain adalah auksin A dan auksin B. Sebenarnya auksin A itu serupa dengan auksin B hanya berbeda pada kandungan airnya. Auksin A memeliki kandungan air yang lebih banyak yaitu sekitar 1 mol  air leih banyak dari pada auksin B. Selain itu, ada zat yang disebut dengan heteroauksin yang kemudian di ketahui sebagai asam indol asetat (IAA). Semakin jauh dari ujung tumbuhan konsentrasi auksin ini akan semakin menyusut.        


2. Giberilin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Giberilin
Mendorong pertumbuhan tinggi tanaman, mempengaruhi perpanjangan sel dan pembelahan sel.s erta pertumbuhan pada akar daun dan bunga serta buah.
Di produksi oleh meristem batang, meristem akar, daun muda dan embrio.

            Giberilin di temukan oleh Eiichi Kurosawa pada tahun 1926. Giberilin merupakan suatu zat yang diperoleh dari suatu jenis jamur yang hidup sebagai parasit pada padi di Jepang, yaitu jamur Gibberella fujikkuroi. Tanaman padi yang terserang oleh jamur tersebut mengalami pertumbuhan yang abnormal.

3. Asam traumalin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Asam Traumalin
Mampu memperbaiki kerusakan atau regenerasi sel pada luka yang terjadi pada tubuh tumbuhan baik pada daun, batang ataupun akar.


          Pertama kali dipelajari oleh Haberland. Pada percobaan yang dia lakukan, jaringan tanaman dilukai kemudian di cuci bersih, ternyata bekas bidang luka tidak membentuk jaringan baru. Pada jaringan luka tersebut yang dibiarkan akan terbentuk jaringa baru di dekat luka tersebut.      
 
4. Kalin
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Kalin
Hormon yang mempengaruhi pembentukan organ pada tumbuhan


Hormon kalin dibedakan menjadi  4 macam:      
a. Rizokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan akar, identik dengan vitamin B.
b. Kaulokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan batang.       
c. Filokalin yaitu hormon yang merangsang pembentukan daun.    
d. Antokalin yaitu hormon yang merangsang pertumbuhan pada bunga. 

5. Asam Absisat
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Asam Absisat
Menghambat pertumbuhan, menutup stomata selama kekurangan air, menunda pertumbuhan.
Disintesis pada daun, buah, batang dan biji.

Asam Abscisat (ABA) adalah penghambat (inhibitor) pertumbuhan merupakanlawan dari giberelin dan auksin. Hormon ini memaksa dormansi, mencegah biji dariperkecambahan dan menyebabkan rontoknya daun, bunga dan buah. Secara alamitingginya konsentrasi asam abscisat ini dipicu oleh adanya stress oleh lingkunganmisalnya kekeringan. Hormon ini dibentuk pada daun-daun dewasa.
6.Gas Etilen
Jenis Hormon
Fungsi
Tempat Diproduksi
Gas Etilen
Mendorng pemasakan buah dan menyebabkan penebalan pada batang.
Diproduksi oleh jaringan buah masak, diruas batang dan jaringan tua.

          Buah-buahan terutama yang sudah tua melepaskan gas yang disebut etilen. Etilendisintesis oleh tumbuhan dan menyebabkan proses pemasakan yang lebih cepat. Selainetilen yang dihasilkan oleh tumbuhan, terdapat etilen sintetik, yaitu etepon (asam 2-kloroetifosfonat). Etilen sintetik ini sering di gunakan para pedagang untuk mempercepat pemasakan buah. Oleh karena itu buah yang tua sering diletakkan ditempat tertutup (diperam) agar cepat masak.

         Etilen merupakan senyawa unik dan hanya dijumpai dalam bentuk gas. senyawaini memaksa pematangan buah, menyebabkan daun tanggal dan merangsang penuaan.Tanaman sering meningkatkan produksi etilen sebagai respon terhadap stress dansebelum mati. Konsentrasi etilen fluktuasi terhadap musim untuk mengatur kapanwaktu menumbuhkan daun dan kapan mematangkan buah.Selain memacu pematangan, etilen juga memacu perkecambahan biji, menebalkanbatang, mendorong gugurnya daun, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.Selain itu, etilen menunda pembungaan, menurunkan dominansi apikal dan inisiasiakar, dan menghambat pemanjangan batang kecambah.
2.Faktor Eksternal        

                Faktor eksternal merupakan sesuatu yang mempengaruhi/faktor yang berasal dari luar tubuh tumbuhan tersebut yaitu dari lingkungan atau ekosistem. Ada beberapa faktor ekstrenal yang mempengaruhi pertumbuhand an perkembangan tumbuhan yaitu air, cahaya, kelembapan, makanan(nutrisi), suhu.
1.     Makanan
          Makanan adalah sumber energi dan sumber materi untuk mensintesis berbagai komponen sel. Tidak hanya karbondioksida dan air saja yang dibutuhkan tumbuhan untuk bisa tumbuh dengan baik tetapi juga beberapa unsur unsur minerel. Adapun menurut jumlah yang di butuhkan oleh tubuh, unsur mineral        ini dibedakan menjadi 2:        
            -  Makroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalam jumlah banyak. Makroelemen ini  meliputi oksigen, carbon, hidrogen, sulfur, nitrogen, fosfor, kallium, kalsium dan magnesium.        
           -   Mikroelemen yaitu golongan unsur-unsur mineral yang dibutuhkan dalm jumlah sedikit. Mikroelemen ini meliputi besi, klorin, tembaga, seng, molibddenum, boron dan nikel          . Mikro elemen ini betfungsi sebagai kofaktor yaitu reaksi enzimatik dalam tumbuhan.         

           Jika kekurangan nutrisi maka tumbuhan tersebuat akan mengalami difisiensi. Difisiensi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu.    

     2.Air
          Tanpa air, tumbuhan tidaklah dapat tumbuh. Air termasuk senyawa yang dibutuhkan tumbuhan. Air berfungsi anatara lain sebagai fotosintesis, mengaktifkan reaksi enzim ezimatik, menjaga kelembapan dan membantu perkecambahan pada biji.      

     3. Suhu
           Pada umumnya,tumbuhan membutuhkan suhu tertentu untuk tumbuh. Suhu  dimana tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan maksimal disebut dengan suhu optimum. Suhu paling rendah yang masih memungkinkan suatu tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu minimum sedangkan suhu tertinggi yang masih memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh disebut suhu maximum.      

     4. Kelembapan
           Pengeruh kelembapan udara berbeda terhadap berbagai tumbuhan. Tanah dan udara yang lembab berpengaruh baik bagi pertumbuhan tumbuhan.        

     5. Cahaya  

            Pada umumnya, cahaya menghambat pertumbuhan meninggi tanaman karena dapat menguraikan auksin. Tetapi, cahaya juga merangsang pembungaan tumbuhan tertentu. Adapun tumbuhan yang dapat berbunga pada hari pendek (lamanya penyinaran matahari lebih pendek ketimbang waktu gelapnya malam). Ada pula tumbuhan yang berbunga pada hari panjang(lamnya penyinaran matahari lebih lama ketimbang waktu gelapnya).
Mengapa hal itu dapat terjadi karena pada tumbuhan terdapat hormon fitokrom yang mengatur pengaruh cahaya ini dalam pertumbuhan dan perkembangan pembungaan tanaman.









BAB III
ALAT/BAHAN DAN LANGKAH KERJA

3.1.  Alat dan Bahan

  2 buah gelas aqua
  Kapas secukupnya
  Biji kacang hijau (masing-masing 4 biji setiap gelas)
  Air

3.2.  Langkah-langkah

1.      Sebelum melakukan penelitian, tanamlah terlebih dahulu kacang pada medium kapas yang diberi air selama 3 hari.
2.       Beri label pada masing-masing gelas aqua tersebut yaitu, “GELAP”
     dan “TERANG”.

3.      Setelah itu ukur dan catatlah tinggi dan karakteristik lainnya seperti jumlah daun.
4.    Setelah dicatat letakkan 2 gelas aqua tersebut pada kondisi lingkungan yang berbeda yaitu di tempat terang dan gelap

5.) Letakkan 2 gelas aqua tersebut pada kondisi lingkungan yang berbeda yaitu
     di tempat terang dan gelap.
6.) Setelah 1 hari amati perkembangannya.
7.) Ukur panjang batang, jumlah daun, dan panjang daun yang terbentuk (dalam cm)
     dengan menggunakan mistar.
8.) Hasil perkembangan tumbuhan biji kacang hijau tersebut selama 7 hari
     berturut- turut dan amati perkembangannya.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.  Tabel dan Data Hasil Pengamatan
Hari ke-
Tanaman di tempat Gelap
Tanaman di tempat Terang
1
Tumbuh akar
Tumbuh akar
2
5 cm
2 cm
3
6cm
4cm




4.2.  Pembahasan
            Cahaya digunakan tanaman untuk proses fotosintesis.Tanaman yang kurang cahaya (ditanam di area gelap) batangnya lebih panjang, hal ini karena tanaman berusaha mencari cahaya untuk keperluan fotosintesis.Tanaman yang cukup cahaya terlihat lebih sehat dan segar.
Daun tanaman-tanaman yang kurang cahaya jauh lebih kecil dan kusam kekuningan dibandingkan dengan tanaman yang cukup cahaya. Daun tanaman yang cukup cahaya lebih lebar, hijau segar.
            Pada tanaman yang berada di tempat yang gelap hormon auksin bekerja lebih aktif daripada tanaman yang terkena cahaya, sehingga tanaman yang berada di tempat yang gelap terjadi pemanjangan sel. Di tempat yang terang hormon auksin mudah rusak oleh intensitas cahaya yang tinggi.
            Di tempat yang terang pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan di tempat yang gelap terjadi etolasi (pemanjangan diujung melekuk). Jadi, hormon mempercepat pertumbuhan batang dan cahaya menghambat pertumbuhan.



BAB V
PENUTUP

5.1.         Kesimpulan

            Dari hasil pengamatan dapat di simpulkan bahwa rata – rata kacang hijau yang tertinggi adalah kacang hijau yang di tanam di tempat gelap dan pertumbuhannya yang paling cepat juga di tempat gelap. Hal ini di sebab kan karena hormon auksin sangat cepat berkembang di tempat gelap.

5.2.         Saran
Penulis menyarankan kepada yang membaca penelitian ini, agar dapat memperhatikan tanamannya supaya mendapat cahay matahari yang cukup. Disarankan juga kepada pembaca agar mengembangkan penelitian lebih lanjut, sehingga nantinya dapat menemukan hal-hal yang dapat di manfaatkan oleh masyarakat Indonesia.

















DAFTAR PUSAKA

______.2015.Kacan Hijau.www.Wikipedia.com. Diakses 13 September 2015
______.2015.Faktor-faktor yamg Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan.www.faridnyzer.co.id. Diakses 13 September 2015
______.2015.Sinar Matahari.www.Wikipedia.com. Diakses 13 September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar